Fasilitas & Sarana Litbang

Sarana dan prasarana Puslitbang dapat dibagi atas sar-pra  kantor dan sar-pra litbang. Untuk sar-pra litbang terdapat laboratorium dan plot-plot tanaman uji di kampus Puslitbang dan di beberapa wilayah kerja di Perhutani.

Luas kampus Puslitbang adalah 16,91 ha, terdiri dari zonasi gedung kantor dan laboratorium seluas 5,65 ha, persemaian seluas 2,35 ha, kebun pangkas seluas 2,54 ha, arboretum seluas 6,37 ha.

 

1.  LABORATORIUM

a)  Laboratorium Bioteknologi

     Terdiri dari Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Biologi Seluler dan Laboratorium  Genetika Molekuler.

                    

 

b)  Laboratorium Benih

     Laboratorium benih merupakan tempat untuk memproses hasil panen benih, penyimpanan dan menguji mutu benih hingga benih siap didistribusikan ke pengguna.

                    

 

c)  Laboratorium Mikrobiologi, Hama dan Penyakit

     Laboratorium ini berfungsi untuk mengidentifikasi hasil-hasil penelitian berupa mikrobia tanah, hama dan penyakit untuk diuji lanjut bagi keperluan penelitian.

       

 

d)  Laboratorium Tanah

     Laboratorium ini memfasilitasi menganalisis unsur-unsur hara makro tanah secara mandiri dengan metoda sederhana.

             

 

 

2.  LABORATORIUM LAPANGAN

a)  Kebun Pangkas

     Kebun Pangkas merupakan pertanaman yang dibangun dengan asal materi vegetatif dari indukan pohon plus dengan tujuan menyediakan materi setek (pucuk).

               

 

b)  Persemaian 

     Lokasi persemaian Puslitbang dengan luas 2,35 ha berkapasitas menampung 1.000.000 plances merupakan tempat untuk mendewasakan bibit-bibit sampai bibit siap tanam. Bibit dipelihara selama +/- 2 (dua) minggu di bawah naungan (shading area) dan 1-2 bulan di open area sebelum didistribusikan ke lokasi-lokasi penanaman.

           

 

c)  Arboretum 

     Arboretum dibangun seluas 2,06 ha berisi 32 varietas jati. Asosiasi jati seluas 4,31 ha berisi jenis-jenis tanaman non jati yang dapat hidup bersamaan dengan jati.

 

       

   

d)  Bank Klon Jati

     Bank klon dibangun tahun 1983, berasal dari materi vegetatif asal pohon plus jati, yang bertujuan menyimpan salinannya, luas total 23,4 ha berlokasi di Cepu, Randublatung, Kendal, Bojonegoro, Parengan, Saradan dan Ciamis.

      

 

e)  Kebun Benih Klon (KBK)

     Kebun Benih Klon Jati merupakan kebun benih yang dibangun melalui cara vegetatif (bud grafting) asal materi indukan dari pohon plus dengan maksud untuk menghasilkan benih. KBK dibangun dalam kurun 1983-2011 dengan luas total 1.422,9 ha, terdiri dari KBK Padangan (650,3 ha), KBK Randublatung (172 ha) dan KBK Cepu (600,6 ha).

      

 

f)  Kebun Benih Semai (KBS)

Kebun Benih Semai (KBS) merupakan kebun benih yang dibangun untuk menghasilkan benih pinus. KBS dibangun sejak tahun 2009 dengan luas total 287,4 ha terdiri dari KBS Sempolan - Jember (96 ha), KBS Cijambu-Sumedang (75 ha) dan KBS BAnturraden-Banyumas (116,4 ha).

      

 

g)  KBUK (Kebun Benih Uji Keturunan)

     Kebun Benih Uji Keturunan Kayu Putih merupakan kebun benih yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kayu putih yaitu dengan melakukan upaya pemuliaan kayu putih dan mengkaji perolehan individu dengan rendemen yang tinggi dengan kadar sineol yang tinggi pula. KBUK kayu putih dibangun sejak tahun 2001 dengan luas 3,7 ha yang terdiri dari KBUK Cepu seluas 0,7 ha, KBUK Madiun seluas 1,5 ha dan KBUK Gundih seluas 1,5 ha.