20 November 2020

Puslitbang Perhutani Sinergi Dengan Faperta UGM Alih Teknologi Pembuatan Pupuk Hayati dan Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan

PUSLITBANG, PERHUTANI (19/11/2020) | Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar prakterk Alih Teknologi Pembuatan Pupuk Hayati dan Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan di area kantor Puslitbang di Cepu, Rabu (18/11).

Hadir sebagai narasumber, Pakar dari Fakultas Pertanian UGM, Dr. Tri Harjaka.  Kegiatan penyampaian materi bertempat di Gedung Grahawirawanayasa, diikuti oleh peserta alih teknologi antara lain Koordinator Peneliti Jati (Aulia Hasanusi), Koordinator Peneliti Industri Pemasaran (Loedy Setiono), Koordinator Peneliti FGS (Anton Sudiharto) dan para Peneliti Puslitbang Perhutani, Peneliti FGS (Rika Rahmawati, Zacheus Yunianto, Frida Ermi Astanti, Muhammad Ali Arsidi, Harcicik, Didik Utomo), Peneliti Pinus (Dedi), Peneliti Jati (Dian Rodiana, Aris Wibowo).

Selain para peneliti Puslitbang Perhutani hadir pula undangan Mandor Persemaian/ Staf dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, KPH Blora , KPH Randublatung, KPH Ngawi, KPH Bojonegoro, KPH Kebonharjo, KPH Jatirogo, KPH Nganjuk dan KPH Kediri.

Kepala Puslitbang Perhutani, Yahya Amin mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Dr. Tri Harjaka dan segenap peserta alih teknologi di kantor Puslitbang Perhutani tepatnya di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman Bojonegoro. “Perhutani berharap dengan adanya alih teknologi ini  semoga  kita mendapatkan ilmu bisa bermanfaat membawa barokah untuk Perusahaan dan lingkungan sekitar akan manfaat baik dari penerapan teknologi ramah lingkungan ini.” jelasnya.

Pakar dari Fakultas Pertanian UGM adalah Dr. Tri Harjaka mengatakan, “Kegiatan alih teknologi terkait Pembuatan Pupuk Hayati yang diselenggarakan oleh Puslitbang Perhutani Cepu sangat tepat. Mengingat saat ini pengguna pupuk kimia secara bertahap mulai dikurangi dan diupayakan untuk perbaikan lingkungan secara berkelanjutan. Pengelolaan pembibitan dan penyiapan pembibitan bibit sehat melalui aplikasi pupuk hayati merupakan langkah awal untuk peningkatan kualitas pertumbuhan dan perlindungan tanaman.  Oleh karena itu pengembangan penelitian dan pengujian masih terus dilakukan untuk tercapainya hasil yang diharapkan baik di lingkup pembibitan maupun lahan produksi,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk hayati di lokasi Persemaian.

Tri Harjaka merasa senang bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti praktek pembuatan pupuk hayati dengan bahan dasar bakteri dan berharap bisa mempraktekkan di wilayah tugas masing-masing.  “Perguruan Tinggi UGM siap berkontribusi teknologi aplikasi pupuk hayati dan agens hayati lainnya seperti agens pengendali hama maupun penyakit tanaman,” pungkasnya. (Kom-PHT/Puslitbang/Hrt)

PUSLITBANG, PERHUTANI (19/11/2020) | Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar prakterk Alih Teknologi Pembuatan Pupuk Hayati dan Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan di area kantor Puslitbang di Cepu, Rabu (18/11).

Hadir sebagai narasumber, Pakar dari Fakultas Pertanian UGM, Dr. Tri Harjaka.  Kegiatan penyampaian materi bertempat di Gedung Grahawirawanayasa, diikuti oleh peserta alih teknologi antara lain Koordinator Peneliti Jati (Aulia Hasanusi), Koordinator Peneliti Industri Pemasaran (Loedy Setiono), Koordinator Peneliti FGS (Anton Sudiharto) dan para Peneliti Puslitbang Perhutani, Peneliti FGS (Rika Rahmawati, Zacheus Yunianto, Frida Ermi Astanti, Muhammad Ali Arsidi, Harcicik, Didik Utomo), Peneliti Pinus (Dedi), Peneliti Jati (Dian Rodiana, Aris Wibowo).

Selain para peneliti Puslitbang Perhutani hadir pula undangan Mandor Persemaian/ Staf dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, KPH Blora , KPH Randublatung, KPH Ngawi, KPH Bojonegoro, KPH Kebonharjo, KPH Jatirogo, KPH Nganjuk dan KPH Kediri.

Kepala Puslitbang Perhutani, Yahya Amin mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Dr. Tri Harjaka dan segenap peserta alih teknologi di kantor Puslitbang Perhutani tepatnya di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman Bojonegoro. “Perhutani berharap dengan adanya alih teknologi ini  semoga  kita mendapatkan ilmu bisa bermanfaat membawa barokah untuk Perusahaan dan lingkungan sekitar akan manfaat baik dari penerapan teknologi ramah lingkungan ini.” jelasnya.

Pakar dari Fakultas Pertanian UGM adalah Dr. Tri Harjaka mengatakan, “Kegiatan alih teknologi terkait Pembuatan Pupuk Hayati yang diselenggarakan oleh Puslitbang Perhutani Cepu sangat tepat. Mengingat saat ini pengguna pupuk kimia secara bertahap mulai dikurangi dan diupayakan untuk perbaikan lingkungan secara berkelanjutan. Pengelolaan pembibitan dan penyiapan pembibitan bibit sehat melalui aplikasi pupuk hayati merupakan langkah awal untuk peningkatan kualitas pertumbuhan dan perlindungan tanaman.  Oleh karena itu pengembangan penelitian dan pengujian masih terus dilakukan untuk tercapainya hasil yang diharapkan baik di lingkup pembibitan maupun lahan produksi,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk hayati di lokasi Persemaian.

Tri Harjaka merasa senang bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti praktek pembuatan pupuk hayati dengan bahan dasar bakteri dan berharap bisa mempraktekkan di wilayah tugas masing-masing.  “Perguruan Tinggi UGM siap berkontribusi teknologi aplikasi pupuk hayati dan agens hayati lainnya seperti agens pengendali hama maupun penyakit tanaman,” pungkasnya. (Kom-PHT/Puslitbang/Hrt)