30 Maret 2021

Perhutani Forestry Institute Sambut HUT Perhutani ke 60 Dengan Penanaman Bersama

Perhutani Forestry Institute Sambut HUT Perhutani ke 60 Dengan Penanaman Bersama

 

PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE, PERHUTANI (25/03/2021) | Perhutani Forestry Institute (PeFi) Departemen  Riset dan Inovasi, mengadakan kegiatan penanaman bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Perhutani ke 60, Kamis  (25/03).

Perhutani Forestry Institute Pusat Pinus Baturaden bersama Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ardi Rahayu Desa Limpakuwus melakukan penanaman sebanyak 60 pohon jenis Damar, Meranti dan Pinus di lokasi wisata Hutan Pinus Limpakuwus .

Hadir dalam kegiatan Peneliti Pinus Pusat Pinus Baturaden antara lain Padang Jayanto, Dedi, Pujo Sumantoro, Suryanaji, Sugito, Taat Firmansyah dan Luthfiani Fitri Nurfajri. Bersama Wakil Administratur KPH Banyumas Timur Rani Maharto dan Ketua LMDH Ardi Rahayu Eko.

Kepala Perhutani Forestry Institute Yahya Amin melalui Koordinator Pinus, Padang Jayanto mengatakan kegiatan penanaman bersama ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka peringatan HUT Perhutani ke 60. "Pusat Penelitian Pinus bersama dengan KPH Banyumas Timur dan LMDH Ardi Rahayu melakukan penanaman bersama dengan tujuan untuk  konservasi di sepanjang saluran air atau sungai kecil dengan 3 jenis tanaman yaitu Meranti, Pinus dan Damar. Bibit-bibit yang ditanam  sudah  berumur 4 tahun lebih. Tinggi bibit tanaman 2-3 meter dengan berat sekitar 20 kg," jelasnya.

Padang Jayanto berharap semoga penanaman ini dapat menambah biodiversitas tanaman dan mempererat hubungan karyawan dengan stakeholder di sekitar pengelolaan KBS Pinus Baturaden.

Ketua LMDH Ardi Rahayu Desa Limpa Kuwus, Eko senang dapat dilibatkan dalam kegiatan penanaman bersama. "Kami bersama anggota LMDH sangat senang diundang dalam acara menyambut HUT Perhutani ke 60 dengan penanaman bersama. Semoga Perhutani semakin sukses untuk mengelola hutan semakin lestari, menyejahterakan karyawan Perhutani dan masyarakat sekitar hutan," pungkasnya. (Kom-PHT/PeFi/Hrt)