18 Maret 2021

Perhutani Forestry Institute Dampingi UPT PTH Dinas Kehutanan Jawa Timur Uji Mutu Benih

Perhutani Forestry Institute Dampingi UPT PTH Dinas Kehutanan Jawa Timur Uji Mutu Benih
PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE (PeFI) 
Perhutani Forestry Institute (PeFi) Departemen Riset dan Inovasi mendampingi Tim Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perbenihan Tanaman Hutan (PTH) Dinas Kehutanan Jawa Timur yang akan melakukan pengambilan contoh benih untuk uji mutu benih Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), pada Selasa tanggal 16 Maret 2021
Tim UPT PTH Dinas Kehutanan Jawa Timur yang datang berjumlah 3 orang yakni Pengawas Benih dan Bibit Tanaman Hutan Sabariyanto didampingi Siswanto dan Agus Yuswanto. Ketiganya bertugas untuk melakukan pengambilan contoh untuk uji mutu. Seberat 2 kg dari masing-masing lot benih jati asal Kebun Benih Klon (KBK) Cepu, Kebun Benih Klon (KBK) Padangan, dan benih mahoni dari Kebun Benih Mahoni Besali Padangan diambil sebagai sampel.
Kepala  Puslitbang  Perhutani,  Yahya Amin melalui Kepala Seksi Utama Kelola Benih dan Bibit, Purwanto dan Kepala Kebun Benih Jati Tris Wahyudi membantu pelaksanakan teknis pengambilan contoh benih di Laboratorium Perbenihan. Contoh benih jati dan mahoni yang diambil oleh Tim UPT PTH Jawa Timur untuk sample pengujian sesuai kaidah pengujian-pengujian sebelum dibawa.
“Sesuai aturan yang berlaku, Puslitbang buatkan Berita Acara Pengambilan Contoh Benih,” ujar Purwanto.
Pengawas Benih dan Bibit Tanaman Hutan UPT PTH Jawa Timur, Sabariyanto menyampaikan pihaknya melakukan pengambilan contoh benih pada Triwulan I, tepatnya bulan Maret 2021 dengan telah menyesuaikan tata waktu dan standar operasional prosedur (SOP) pengujian.
Sabariyanto menambahkan pengambilan contoh benih yang diambil sesuai lot benih akan dibawa ke Laborarium UPT PTH Jawa Timur Surabaya untuk selanjutnya dilakukan pengujian antar lain Uji Kemurnian Benih, Uji Kadar Air, Uji Berat 1.000 butir dan Uji Perkecambahan.
“Semoga dari pengujian ini, hasilnya bermanfaat  untuk mengetahui persen viabilitas benih sebagai jaminan benih layak edar,” ungkapnya. (Kom-PHT/PeFi/Hrt)