23 Desember 2020

BPTH Wilayah I Palembang bersama BBPPPTH Purwobinangun Sertifikasi Sumber Benih Puslitbang Perhutani

BPTH  Wilayah  I Palembang bersama  BBPPPTH  Purwobinangun  Sertifikasi  Sumber Benih Puslitbang Perhutani

PUSLITBANG, PERHUTANI

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BPTH Wilayah I Palembang dan BBPPPTH Purwobinangun Sertifikasi Sumber Benih Puslitbang Perhutani  pada hari Selasa-Sabtu tanggal 15-19 Desember 2020.

Kegiatan Sertifikasi Sumber Benih yang dikelola Puslitbang Perhutani oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) wilayah I Palembang  bersama  BBPPPTH Purwobinangun pada bulan Desember  tahun 2020 antara lain Sumber Benih Kebun Pangkas Jati di Batokan Kasiman Bojonegoro luas 0,62 ha, Kebun Benih Semai Sempolan Jember luas 96 Ha dan Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT) Balsa Petak 107E Pandantoyo, BKPH Pare KPH  Kediri luas 4 ha.

Hadir Tim Sertifikasi dari BPTH wilayah I Palembang yaitu  Kepala Seksi Sumber Benih dan SDG Riand Arilanda, PEH Muda  Fetty Febrianti dan Tenaga Ahli dari BBPPPTH Purwobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta  Sdr. Jayusman.

Kepala Puslitbang Perhutani melalui Kasi Utama Kelola Benih dan Bibit Purwanto menyampaikan siap menjelaskan dan membantu kelancaran saat proses pelaksanaan sertifikasi Sumber Benih sesuai data  Pokok  Sumber Benih yang dibutuhkan ” jelas Purwanto.

Tenaga Ahli  dari Balai Besar  Penelitian dan Pengembangan  Bioteknologi Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPPTH) Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta adalah Jayusman mengatakan Komitmen Perbaikan genetik kualitas benih oleh Puslitbang Perhutani secara gradual terus dilakukan terhadap spesies prioritas yang mencakup  Balsa melalui Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT), Pinus merkusii  melalui Kebun benih Semai dan jati melalui Kebun Pangkas. Peningkatan sumber benih TBT Balsa telah dirancang peningkatannya melalui kegiatan seleksi pohon induk dan mengurangi pohon-pohon inferior untuk menjadi Tegakan Benih Terseleksi  kedepannya. Seleksi pada kebun benih semai P. Merkusii diarahkan untuk perbaikan kelurusan batang dan sifat bocor getah sedangkan seleksi pada kebun pangkas jati diarahkan  untuk pengembangan klon-klon unggul dan release varietas  unggul jati Perhutani.

Jayusman menambahkan dalam kesannya kegiatan sertifikasi sumber benih TBT Balsa untuk sertifikasi awal, KBS Pinus merkusii & Kebun pangkas  Jati untuk sertifikasi lanjutan berjalan sesuai jadwal dengan dukungan penuh personil Puslitbang Perhutani dan Kondisi fisik sumber benih yang representatif. Terpeliharanya sumber benih untuk jangka pa jang menjadi titik kritis yang mampu dipenuhi Puslitbang Perhutani sebagaimana dibuktikan eksistensi sumber benih semai Pinus merkusii sampai umur ± 25 tahun dan materi genetik jati yang telah memasuki lebih dari satu dekade. Performa Balsa berumur ± 5 tahun menunjukkan bukti riel jenis cepat tumbuh yang sangat prospektif dan calon TBT Balsa yang dinilai menunjjukan performa pertumbuhan yang masih dapat dioptimalkan kedepannya. Seluruh Sumber benih yang disertifikasi tidak banyak dimiliki organisasi litbang lain dan tentunya menjadi kekuatan besar dan strategis bagi Puslitbang Perhutani untuk masa kini dan kedepannya. 

Dan bepesan sehubungan pola sertifikasi sumber benih kedepannya berlaku untuk jangka panjang diharapkan ada koordinasi dan komunikasi aktif antara Puslitbang Perhutani dan BPTH Wilayah Barat. Pengembangan TBT Balsa perlu dilengkapi dengan asal-usul materi genetik awal, kepastian jenis dan konfirmasi keragaman genetik di TBT. Untuk Pinus merkusii diperlukan updating data jumlah pohon terkini  dan penguasaan fenologinya. Untuk Kebun pangkas jati perlu pengembangan lokasi baru untuk klon-klon prioritas sesuai arah program pemuliaan. Evaluasi pengaruh maturity sumber pangkasan agar dilanjutkan dan terekam secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Puslitbang/Hrt)